468x60 Ads

Damqq

This is featured post 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

FANSPAGE

Showing posts with label COVID-19. Show all posts
Showing posts with label COVID-19. Show all posts

Meski belum ada vaksin, sejumlah pasien terinfeksi COVID-19 dilaporkan sembuh dengan perawatan menggunakann serangkaian obat.

Kendati demikian, sejumlah pasien yang sudah sembuh mengaku mengalami efek masalah psikis, gejala dampak jangka panjang infeksi COVID-19. Seperti depresi, rasa takut tak beralasan atau tidak bisa tidur. 

Pengakuan Mantan Pasien COVID-19 Mengaku Alami Masalah Psikis

Laporan DW Indonesia yang dikutip Jumat (13/11/2020) menyebut, Riset Oxford University menunjukkan bahwa virus juga menyerang dan merusak jaringan saraf.

Virus Corona SARS-CoV-2 diketahui sangat agresif dan menyerang serta merusak jaringan paru-paru dan saluran pernafasan. Namun para dokter juga melaporkan virus pemicu COVID-19 ini juga menyerang jantung, ginjal, jaringan saraf, pembuluh darah dan kulit.

Laporan para dokter ahli saraf Inggris bulan Juli lalu mengejutkan banyak orang. Virus Corona SARS CoV-2 ternyata bisa memicu kerusakan berat pada otak dan sistem saraf pusat pada pasien dengan gejala ringan atau mereka yang sudah sembuh dari COVID-19. Hal ini bisa memicu stroke, masalah psikis atau kelumpuhan.

Para ilmuwan dari Oxford Health Biomedical Research Centre kini menemukan, COVID-19 bisa memicu masalah psikis pada sekitar 20% yang terinfeksi. Terutama isolasi bisa memicu depresi, rasa takut tidak beralasan dan tidak bisa tidur, demikian hasil riset para peneliti yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah "Lancet Psychiatry".

Kasus Penyakit Lain Sebagai Pembanding 

etnya mencakup data anonim sangat besar, yakni sekita 70 juta akte elektronik pasien di Amerika Serikat. Diantaranya terdapat sekitar 62.000 data pasien COVID-19 dengan gejala ringan atau sedang. 

Dari data ini dilakukan penelitian lanjutan untuk melihat apakah dalam rentang waktu dua minggu hingga tiga bulan setelah diagnosa, pasien menunjukkan masalah psikis. Hasilnya, sekitar 18,1% mantan pasien COVID-19 didiagnosa mengalami masalah psikis dalam rentang waktu tersebut. 

Untuk menegaskan bahwa penyakit psikis ini berkorelasi langsung dengan COVID-19, para peneliti membandingkannya dengan enam kasus penyakit lain dalam rentang waktu yang sama. Seperti penyakit infuenza, infeksi radang saluran pernafasan di luar COVID-19, penyakit batu ginjal, infeksi kulit, penyumbatan saluran kemih dan patah tulang.

Pada 6 penyakit itu, munculnya masalah psikis sebagai efek sampingan, hanya didiagnosa pada kisaran antara 2,5% hingga 3,4%. “Temuan ini tidak diduga dan harus diteliti lebih lanjut. Untuk sementara ini, gangguan psikis harus dimasukan ke dalam daftar faktor risiko COVID-19“, ujar Max Taquet dari National Institute for Health Research yang juga salah satu penulis laporan ilmiah itu. 

Jangan Ditafsirkan Berlebihan 

Para ilmuwan Inggris itu dalam waktu bersamaan juga memperingatkan, analisis data kesehatan elektronik itu jangan ditafsir berlebihan. Karena untuk abnormalitas itu belum ada penjelasan ilmiah yang meyakinkan. Pasalnya, berdasar data itu, orang dengan gangguan psikis, punya risiko 65% lebih tinggi untuk tertular virus SARS CoV-2.

Selain itu, kasus penyakit demensia pada pasien COVID-19 dalam rentang waktu 3 bulan, meningkat dua kali lipat dari biasanya. Ini tidak harus berarti bahwa virus Corona memiliki pengaruh langsung pada otak. 

“Kemunginan kasus demensia lebih sering didiagnosa, karena semakin banyak orang juga diperiksa oleh dokter“ ujar Paul Harrison, Professor untuk psikiatri di University of Oxford.

Selain itu banyak faktor yang tidak tercakup dalam analisa data. Misalnya jenis kelamin, usia, apakah pasien merokok atau kecanduan narkoba. Semua faktor itu turut berpengaruh pada meningkatnya risiko terkena penyakit psikis. 

Riset itu tidak memasukkan aspek sosio ekonomi para pasien serta stres secara umum akibat pandemi. Diketahui, risiko gangguan psikis pada kelompok miskin yang tinggal di pemukiman buruk, kumuh dan berdesakan jauh lebih tinggi. 

Baru di tahun-tahun mendatang akan terlihat, dalam besaran seperti apa virus Corona itu benar-benar memicu efek merugikan jangka panjang dan jadi penyebab penyakit psikis.

READ MORE

Kematian COVID-19 Indonesia masih tinggi dibanding rata-rata dunia, Satuan Tugas Penanganan pun meminta pemeriksaan/tes (testing) dilakukan secara masif. Jumlah kasus meninggal harian di Indonesia per 12 November 2020 adalah 14.933 orang atau 3,3 persen.

Kematian COVID-19 Indonesia Semakin Tinggi

Persentase tersebut masih tinggi, yang mana rata-rata kasus meninggal dunia adalah 2,45 persen.

"Untuk menekan angka kematian COVID-19 ini diperlukan testing yang masif, sehingga bisa menemukan kasus-kasus baru secara lebih dini agar dapat segera ditangani," papar Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito saat konferensi pers di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (12/11/2020).

"Upaya ini sekaligus meningkatkan persentase kesembuhan. Jika persentase kesembuhan meningkat, maka persentase kematian akan menurun."

Lebih lanjut, Wiku mengatakan, setiap daerah juga perlu memerhatikan angka kematian dan berupaya menekannya.

"Kami mohon bagi seluruh daerah dengan angka kematian yang masih tinggi untuk memerhatikan hal ini. Agar dapat berkontribusi terhadap penurunan angka kematian dunia dan nasional," lanjutnya.

Temukan Kasus COVID-19 dengan Testing

Wiku juga menanggapi angka positif COVID-19 di daerah Bekasi, Depok, dan Tangerang yang masih tinggi. Langkah menggencarkan testing justru perlu ditingkatkan.

"Jadi, kasus positif dan kasus aktif COVID-19 yang masih tinggi secara harian atau mingguan itu merefleksikan penyebaran yang masih tinggi. Kondisi ini dapat disebabkan pula karena tingkat testing yang tinggi pula," ujarnya.

"Saya mengimbau pemerintah daerah tidak perlu takut melakukan testing yang masif dengan alasan angka kasus aktif yang membludak. Karena tujuan utama kita adalah keselamatan dan kesehatan masyarakat."

Kenaikan kasus COVID-19 yang tinggi dapat segera ditangani jika kita bisa melakukan perawatan sedini mungkin dan peluang angka kesembuhannya juga akan semakin besar.

Data per 12 November 2020, penambahan kasus positif Indonesia sejumlah 4.173, yang mana jumlah kasus aktif sebesar 55.274 orang atau 12,2 persen. Jumlah kasus sembuh di Indonesia saat ini 38.2084 atau 84,5 persen, yang angka rata-rata sembuh dunia, yaitu 69,93 persen.

READ MORE